Sebuah pesan masuk ke WhatsApp Anda dari nomor tak dikenal: "Selamat siang, saya kurir. Paket atas nama Bapak/Ibu, silakan cek foto paketnya." Di bawahnya ada lampiran dengan nama seperti "Lihat Foto Paket" atau "Cek Resi". Jika Anda memang sedang menunggu kiriman, pesan itu terasa sangat meyakinkan. Modus ini justru mengandalkan kemungkinan tersebut: pesan yang sama dikirim ke banyak orang, dan yang sedang menunggu paket paling mudah terjebak.
Bagaimana modus ini bekerja?
Lampiran tersebut bukan foto, melainkan file aplikasi berekstensi .apk. Jika dipasang dan diberi izin, aplikasi itu dapat membaca SMS di ponsel, termasuk kode OTP dari bank. Dengan data itu pelaku berusaha mengambil alih layanan perbankan korban. Variasi lain memakai tautan ke situs yang meniru halaman perusahaan ekspedisi dan meminta "biaya pengiriman ulang" dalam jumlah kecil. Yang diincar bukan biaya kecil itu, melainkan data kartu dan kode verifikasi yang Anda masukkan.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
- Lampiran berakhiran .apk. Foto tidak pernah berformat APK. Kurir sungguhan tidak mengirim aplikasi.
- Nomor pribadi tak dikenal yang mengaku dari perusahaan ekspedisi, bank, atau instansi.
- Desakan untuk segera bertindak: "Paket akan dikembalikan jika tidak dikonfirmasi hari ini."
- Tautan yang aneh: alamat yang dipendekkan atau bukan domain resmi perusahaan.
- Permintaan biaya tambahan untuk pesanan yang ongkos kirimnya sudah dibayar.
- Tidak ada nomor resi atau nomornya tidak cocok dengan milik Anda.
Jika menerima pesan seperti ini
Jangan membuka lampiran dan jangan mengeklik tautannya. Untuk mengecek kiriman, buka aplikasi marketplace atau situs resmi ekspedisi dengan mengetik alamatnya sendiri, lalu masukkan nomor resi dari penjual. Jika ragu, hubungi layanan pelanggan melalui nomor yang Anda cari sendiri, bukan nomor yang ada di pesan. Blokir dan laporkan nomor pengirim.
Jika terlanjur memasang aplikasinya
Bertindak cepat akan membatasi kerugian:
- Putuskan koneksi internet ponsel (mode pesawat) dan hapus aplikasi yang mencurigakan.
- Segera hubungi bank melalui call center resmi untuk memblokir rekening, kartu, dan layanan mobile banking.
- Ganti kata sandi dan PIN dari perangkat lain yang aman.
- Simpan tangkapan layar pesan sebagai bukti dan laporkan ke kepolisian. Nomor rekening pelaku dapat dilaporkan melalui cekrekening.id.
Langkah pencegahan
Matikan opsi pemasangan aplikasi dari sumber tidak dikenal di pengaturan ponsel dan pasang aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi. Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun; bank dan perusahaan ekspedisi tidak pernah memintanya lewat pesan. Ceritakan modus ini kepada orang tua dan kerabat, karena mereka sering menjadi sasaran.
Jika Anda menemukan toko atau situs yang mencurigakan, tuliskan pengalaman Anda sebagai ulasan. Peringatan Anda bisa mencegah orang lain terjebak.
Komentar (0)