Menjelang liburan panjang, semua orang mencari penawaran menarik: vila dengan kolam renang, dekat tempat wisata, dengan harga bersahabat. Para penipu menyusun iklan persis sesuai harapan itu. Foto diambil dari akun lain, harga dipasang di bawah pasaran, lalu calon tamu didesak segera mengirim uang muka karena "tinggal satu tanggal kosong". Setelah uang dikirim, pemilik akun menghilang. Pada hari kedatangan, vila itu ternyata tidak ada, atau pemilik aslinya sama sekali tidak tahu tentang pemesanan tersebut.
Ciri-ciri iklan palsu
- Harga jauh lebih murah daripada penginapan sejenis di lokasi yang sama.
- Foto sangat bagus seperti katalog, tetapi informasi konkretnya minim.
- Akun media sosial baru dibuat, pengikutnya sedikit, atau kolom komentarnya dimatikan.
- Penjual mendesak agar transaksi dilakukan lewat pesan pribadi, di luar platform pemesanan.
- Tekanan untuk segera memutuskan: "Ada tamu lain yang mau, siapa cepat dia dapat."
- Permintaan transfer ke rekening pribadi yang namanya berbeda dari nama usaha, tanpa bukti pemesanan resmi.
Yang perlu dilakukan sebelum transfer
Telusuri fotonya. Gunakan pencarian gambar terbalik. Jika foto yang sama muncul dengan nama dan kota lain, hampir pasti iklan itu palsu.
Periksa alamatnya. Minta alamat lengkap dan cocokkan di peta. Apakah tampilan jalannya sesuai dengan foto? Apakah jarak ke pantai atau tempat wisata sesuai dengan yang dijanjikan?
Minta panggilan video. Bagi pemilik sungguhan, menunjukkan isi vila lewat panggilan video hanya perlu beberapa menit. Jika terus ditunda dengan berbagai alasan, lebih baik batalkan.
Cari akun resminya. Banyak penipu meniru nama vila atau hotel yang benar-benar ada. Bandingkan nomor kontak dengan yang tercantum di situs resmi atau di peta, dan baca ulasan tentang usaha tersebut.
Cek nomor rekeningnya. Sebelum transfer, periksa nomor rekening penerima melalui cekrekening.id untuk melihat apakah pernah dilaporkan terkait penipuan.
Pembayaran yang lebih aman
Jika memungkinkan, pesan melalui platform pemesanan yang menahan dana sampai Anda menginap, atau bayar dengan kartu kredit yang memberi peluang sanggahan transaksi. Hindari melunasi seluruh biaya di muka. Uang muka dalam jumlah wajar dengan pelunasan saat check-in adalah praktik yang umum.
Jika sudah menjadi korban
Simpan percakapan, tangkapan layar iklan, dan bukti transfer. Segera hubungi bank Anda untuk melaporkan transaksi, laporkan rekening pelaku, dan buat laporan ke kepolisian. Laporkan juga akun tersebut ke platform tempat iklan itu dimuat agar segera diturunkan.
Terakhir, bagikan pengalaman Anda. Penipu memakai foto dan cara yang sama berulang kali; satu peringatan dari Anda bisa menyelamatkan liburan keluarga lain.
Komentar (0)