Cara Menulis Ulasan yang Bermanfaat dalam 6 Langkah

Cara Menulis Ulasan yang Bermanfaat dalam 6 Langkah

Menulis ulasan hanya butuh beberapa menit, tetapi bisa memengaruhi keputusan puluhan orang yang membacanya. Menulis "bagus banget" atau "parah" memang mudah, tetapi tidak membantu siapa pun. Ulasan yang berguna membuat pembaca bisa membayangkan dirinya berada di posisi Anda. Berikut enam langkah yang bisa diikuti.

1. Berikan konteks

Apa yang Anda beli atau jasa apa yang Anda gunakan, kapan, dan untuk keperluan apa? Kalimat seperti "Bulan lalu kami makan berempat bersama keluarga" atau "Saya datang untuk mengganti layar ponsel" membantu pembaca membandingkan pengalaman Anda dengan kebutuhannya sendiri.

2. Tulis hal yang konkret

Ganti penilaian umum dengan pengamatan. Daripada "pelayanannya buruk", tulislah "pesanan datang setelah empat puluh menit dan kami harus mengingatkan pelayan dua kali". Hal yang sama berlaku untuk pujian: apa tepatnya yang membuat Anda puas?

3. Sampaikan kelebihan dan kekurangan

Kebanyakan pengalaman tidak satu warna. Barangnya berkualitas tetapi pengirimannya terlambat; harganya tinggi tetapi pengerjaannya rapi. Menuliskan kedua sisi membuat ulasan Anda lebih dipercaya dan memungkinkan pembaca memutuskan sesuai prioritasnya.

4. Jika ada masalah, ceritakan sikap pihak usaha

Kendala bisa terjadi di usaha mana pun. Yang menentukan adalah apa yang dilakukan ketika masalah itu dilaporkan. Apakah Anda bisa menghubungi mereka, apakah didengarkan, apakah ditawari solusi? Bagi pembaca, informasi ini sering lebih penting daripada masalahnya sendiri.

5. Tetap adil dan sopan

Ulasan yang ditulis saat marah biasanya berlebihan. Jika bisa, tunggu sehari. Dasarkan kritik pada kejadian; jangan menghina orang dan jangan menyebut nama lengkap atau data pribadi karyawan. Kritik yang tegas tetapi sopan lebih dianggap serius dan lebih mungkin tetap ditayangkan.

6. Sesuaikan bintang dengan isi

Memberi satu bintang untuk kendala kecil, atau lima bintang padahal mengalami masalah serius, akan menyesatkan pembaca. Jumlah bintang seharusnya menjadi ringkasan dari pengalaman yang Anda ceritakan.

Contoh ulasan yang baik

"Saya memesan lemari dapur. Tim datang mengukur sesuai janji dan penawaran tertulis saya terima dua hari kemudian. Pemasangan mundur tiga hari dari jadwal; saya berharap diberi kabar lebih awal. Pengerjaannya rapi dan engselnya berkualitas. Ada satu pintu yang perlu disetel ulang; setelah saya telepon, besoknya mereka datang memperbaikinya. Selain soal keterlambatan saya puas, empat bintang."

Ulasan ini singkat, tetapi pembacanya tahu apa yang bisa diharapkan.

Yang sebaiknya dihindari

  • Menuliskan kejadian yang tidak Anda alami sendiri seolah-olah pengalaman pribadi.
  • Melontarkan tuduhan yang tidak bisa Anda buktikan.
  • Menulis pujian yang tidak sesuai kenyataan karena mendapat diskon atau hadiah.
  • Menulis seluruhnya dengan huruf kapital; sulit dibaca dan terkesan berteriak.

Jika pengalaman Anda berubah, jangan lupa memperbarui ulasan. Bila pihak usaha sudah menyelesaikan masalahnya, menambahkan hal itu adalah sikap yang adil bagi mereka dan bagi pembaca.

Komentar (0)
Masuk atau buat akun untuk berkomentar
Nilai seberapa bermanfaat halaman ini
Jadilah yang pertama menilai